![]() |
|
|
|
Berita & Artikel
Artikel
Saling Tahu Penghasilan?? Apa Perlu??
Beberapa hari yang lalu, ada seorang ibu rumah tangga (yang juga bekerja sendiri) konsultasi dengan saya. Nah di awal konsultasi ibu ini mengeluhkan kalau sampai sekitar 20 tahun pernikahannya, dia tidak pernah tahu penghasilan suaminya (What?!?). Dulu di awal pernikahan dia sempat bertanya (ke suaminya lah, masak ke suaminya dong J), tetapi suaminya malah marah, dan sejak itu dia bertekad tidak akan menanyakan lagi dan akan cari uang sendiri. Mungkin cerita semacam itu masih sering kita dengar, tetapi yang membuat saya lebih shock adalah ternyata sang suami juga tidak memberi uang bulanan untuk keperluan rumah ke ibu tersebut (wow!), jadi si ibu benar2 bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan keperluan pribadinya. Nah, jadi ini sebenarnya sedikit peringatan (Warning!!) buat kita-kita yang baru menikah ataupun yang dalam waktu dekat akan menikah. Yang pertama anda harus lakukan adalah sepakati dulu bagaimana mengelola keuangan keluarga, ingat saat ini kita sudah bekeluarga meskipun belum punya anak. Bikinlah satu rekening bersama yang dipakai untuk membiayai kebutuhan bulanan rumah tangga dan juga tujuan2 bersama. Beberapa masalah apabila kita tidak saling mengetahui penghasilan pasangan kita adalah kita tidak tahu bagaimana membiayai tujuan2 bersama seperti liburan tahunan, biaya pendidikan anak, beli rumah dan sebagainya. Beberapa suami (atau semua ya?!? Hehehe...) memang tidak mau diketahui istrinya berapa sebenarnya penghasilannya, karena takut akan terkekang dan tidak bisa membeli barang2 atau membayar kegiatan kesenangan pribadi, oya jangan berpikir kotor dulu ya, maksud saya bukan hanya ”kegiatan laki2” tetapi juga hobi yang mungkin berbiaya besar, seperti beli peralatan olahraga yang mahal, beli parfum mahal atau memodifikasi mobil, yang tentunya buat kaum hawa itu adalah hal-hal gak penting. Jadi yang paling penting adalah kesepakatan bersama, kalau memang ada penghasilan yang cukup untuk bersenang2, mungkin istri perlu dibagi juga. Bagaimanapun istri juga perlu kosmetik yang bagus, tas yang terbaru, sepatu2 model terkini dan berbagai macam kebutuhan wanita lainnya. Intinya: Bikin kesepakatan dan rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga dan tujuan bersama, rekening pribadi juga tidak ada masalah untuk memenuhi kepentingan pribadi. Keterbukaan di keluarga akan menghasilkan komunikasi yang bagus, dan komunikasi yang bagus (terutama masalah uang) akan menghasilkan keluarga yang harmonis. Amin! Salam Keluarga Harmonis! (Rico)
- Rico -
|
| Developed by JogjaCamp | Copyright implanner.net @ 2008 - Arrow Sheds and |